How Can Coding Help You ?

Kiki Ahmadi
5 min readMay 30, 2015

--

Ahmad Mukhlason, senior di kampus dulu yang sekarang sedang menempuh studi lanjut di Nottingham, menuliskan artikel menarik tentang fenomena banyaknya mahasiswa jurusan IT yang tidak familiar dengan programming / coding di jurusan Sistem Informasi ITS. Ditulis dari sudut pandang dosen, beliau berpendapat bahwa menjamurnya kepemilikan laptop, gadget dan sosial media membuat mahasiswa menjadi manja. Kemudahan akses ini membuat mahasiwa menjadi malas belajar pemrograman dan semangat belajarnya tidak setinggi mahasiswa di era sebelumnya ketika akses masih susah.

Saya kurang setuju dengan pendapat diatas. Selain karena sudut pandang yang diambil terlalu negatif, ini adalah contoh umum my-generation-is-better-than-yours bias. Kalau benar minat belajar pemrograman menurun di kalangan mahasiswa yang akan lulus dengan gelar sarjana komputer, hipotesa saya maybe we are not focusing enough on the golden questions.

How can coding skills help me in life ?

Menjawab pertanyaan diatas dengan argumen “because you have to” atau “we know better whats good for you” tentunya tidak akan efektif untuk generasi yang lahir dengan informasi di jari mereka.

Berkaca pada pengalaman sebagai mantan mahasiswa, mantan programmer dan pekerjaan saya sekarang yang sudah tidak berhubungan dengan programming lagi, saya mencoba pertanyaan diatas di tulisan ini.

It is a marketable skill

Ini terdengar seperti fakta umum. Ya iya lah, skill pemrograman akan membuatmu laku di bursa kerja. Tetapi apakah statemen ini masih berlaku sekarang?

Untuk mengukur marketabilitas dari skill pemrograman, mari kita ambil data lowongan pekerjaan dari Jobstreet & Jobsdb.

Dari tiga ribuan lowongan teknologi informasi yang diposting di Jobstreet & JobsDB, hampir 70 persen diantaranya adalah pekerjaan yang berhubungan dengan perangkat lunak. Dengan asumsi sederhana software-related jobs sangat membutuhkan kemampuan programming, bisa disimpulkan bahwa:

Having coding skills makes you eligible to apply for 70 % of all IT jobs in Indonesia

Lalu pertanyaan selanjutnya bagaimana kalau kamu tidak ingin bekerja di bidang IT ? Apakah coding skill akan tetap bisa membawa manfaat untukmu ?

It is not an IT-exclusive thing anymore

Katakanlah kamu adalah professional di bidang marketing. Iklan tradisional yang masif dan generik tidak lagi efektif. Informasi produk harus dicustom spesifik terhadap tipe konsumen sampai kepada level personal. Sehingga kemampuan analytics dan big data menjadi pembeda antara good marketers and great marketers. Which means, you need to be versed with SQL.

Mulai dari ilmuwan dan pekerja riset melakukan simulasi menggunakan kode kode Matlab sampai design professional yang berkutat dengan JavaScript, coding bukan lagi skill ekslusif profesi teknologi informasi.

Whether its excel macro script or website design, coding is a useful creation skill professional who works with computer.

Nadia Anindita, teman baik dan juga rekan setim, memiliki background pendidikan finance baik s1 maupun s2. Sebelum masuk ke tim corporate strategy, Nadia bekerja sebagai customer analytics analyst yang sehari-harinya harus melakukan analisis terhadap jutaan data pelanggan. Learning from zero and without any previous coding experience, nowadays she can write sophisticated SQL code in an instant. In our team if we had any questions regarding customer’s data and how to analyze it, we ask Nadia.

Di berbagai profesi, skill coding mulai menjadi competitive edge yang akan membuatmu bernilai lebih dibanding yang lain.

Informasi lebih lanjut tentang marketing dan programming, baca : Every marketer should be technical.

It sharpen your problem solving skill

Di tahun 2014, pemerintah Inggris memasukkan materi pemrograman kedalam kurikulum sekolah dasar dan menengah. Yang menarik, tujuan utama program ini bukan untuk mencetak pekerja software secara massif tetapi untuk mengenalkan computational thinking sejak dini kepada anak anak. Pemerintah inggris percaya computational thinking dapat membuat siswa lebih cerdas dan membuat mereka lebih cepat memahami teknologi yang ada di sekitar mereka.

Apa itu computational thinking (CT)?

CT adalah metode berpikir yang dipakai programmer ketika menulis program. Beberapa metode ini antara lain

  • Decomposition : Memecah sebuah masalah menjadi bagian kecil kecil
  • Pattern Recognition : Kemampuan untuk melihat persamaan / pola
  • Abstraksi : Melakukan generalisasi dari sesuatu yang spesifik
  • Algorithm Design : Membuat strategi pemecahan masalah secara step-by-step

Seperti juga bermain musik dan belajar bahasa asing, computational thinking melatih otak untuk terbiasa berfikir secara logis, terstruktur dan kreatif. Di dokumenter The Lost Interview, Steve Jobs berkata “I think everybody in this country should learn how to program a computer because it teaches you how to think.”

So not only useful for your career, Coding will also help you to be better problem solver not only in computational problems but also in other areas as well

Informasi lebih lanjut tentang CT dan manfaat pemrograman untuk anak :

Finally, there is no easier time to learn than now

Coding skill is getting more and more mainstream everyday.

Tidak hanya pemerintah inggris, di tahun yang sama lembaga non-profit dari Amerika Serikat Code.org menyelenggarakan beberapa acara untuk mempromosikan manfaat dari berlajar pemrograman. Mulai dari Computer Science Education Week untuk anak sekolah dan juga yang paling viral, Hour of Code. Program ini didukung oleh Bill Gates, Mark Zuckerberg, Jack Dorsey, Will.i.am dari Black Eyed Peas bahkan Presiden Obama.

Jadi apa artinya ini untuk kamu yang sedang belajar pemrograman (atau mempertimbangkan untuk belajar) ? Sekarang dan kedepannya, konten pembelajaran pemrograman akan semakin banyak dan semakin bervariasi.

Ingin mencoba pemrograman dengan cara yang fun dan interaktif ? CodeAcademy. Belajar dengan video ? Khan Academy. Ingin melihat bagaimana universitas terbaik mengajarkan programming ? MIT OpenCourseWare. Stuck dengan problem pemrograman dan ingin bertanya ke sesama programmer ? StackExchange. Dan masih banyak lagi yang lain.

Materi pemrograman mungkin adalah konten terbanyak di internet, setelah pornografi tentunya.

In conclusion, coding is still a marketable skill in Indonesia. It will help you get a job in IT areas. But even if you dont want to be in IT, having programming skill will be beneficial in other career areas as well. Both as additional skill to put in your CV and also for your self development

So if you ask me “why do i need to learn how to code ?”. The correct answer for that is : “why not ?”

Originally published at kikiahmadi.com on April 28, 2015.

--

--

Kiki Ahmadi
Kiki Ahmadi

Written by Kiki Ahmadi

Strategy & Operations at Amartha.com | LPDP Scholars | Manchester Business School

No responses yet